Presiden Joko Widodo Pada Kongres XX Tentang Peran Besar WKRI

Kongres XX Wanita Katolik RI kehadiran tamu istimewa, Presiden RI Bapak Ir. H. Joko Widodo berkenan membuka Kongres XX tersebut. Dalam pidatonya Bapak Presiden menggarisbawahi betapa perempuan itu memiliki banyak sekali kelebihan. Beliau memaparkan beberapa hasil riset tentang perempuan, diantaranya bahwa perempuan memiliki harapan hidup lebih tinggi dibanding laki-laki, perempuan juga lebih tangguh dalam menghadapi persaingan, perempuan memiliki otak yang lebih aktif dan lebih berempati, perempuan juga memiliki talenta untuk multitasking.

Presiden Joko Widodo memberikan contoh keberhasilan perempuan. Salah satunya adalah bahwa di Asian Games dari 31 atlit Indonesia yang menerima medali emas, 12 di antaranya adalah perempuan.  Presiden juga menyebutkan 9 nama menteri perempuan yang duduk dalam kabinet kerja, 1 menteri mengundurkan diri karena menjadi Gubernur  Jawa Timur. Dengan sedikit bercanda, Bapak Jokowi mengatakan  bahwa karakter mereka berbeda-beda.  “Ada yang halus seperti  Ibu Nila Moeloek dan Ibu Yohana, namun ada juga yang galak yaitu Ibu Susi.” 

Bapak Presiden melanjutkan bahwa beliau yakin akan kehebatan, ketelitian, ketangguhan, kesiapan perempuan dalam bekerja. “Banyak perempuan yang berperan dalam membangun Negara termasuk peran besar Wanita Katolik RI.” Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk 263 juta,  terdiri dari 714 suku, 1100 bahasa daerah, adat istiadat dan beragam  agama  yang merupakan anugerah.  Dan ini semua harus dirawat.

Selanjutnya Bapak Presiden menyampaikan beberapa isu yang beredar yang beliau sebut HOAX karena memang berita yang tidak benar, yang salah satunya bahwa Jokowi adalah PKI. Beliau berkesempatan meluruskan foto yang beredar, yang konon katanya mirip Jokowi, hadir di pidato DN Aidit tahun 1955. Berita tersebut jelas tidak benar karena Jokowi masih balita pada saat itu. “Tapi ada 9 jutaan orang mempercayai isu ini,”sambungnya.

Kemudian disebutkan juga bahwa Jokowi adalah antek asing-aseng,  padahal Blok  Mahakam tahun 2015 100 % menjadi milik pertamina, begitu juga dengan Rokan serta Chevron. Kepemilikan saham Freeport juga berhasil didapatkan dari 9.3% menjadi 51.2% setelah negosiasi yang alot selama 3,5 tahun.  Tenaga Kerja Asing (TKA) disebutkan ada 10 juta orang Tiongkok di Indonesia padahal secara keseluruhan hanya ada 80.000 TKA dan hanya 24.000 orang yang berasal dari Tiongkok.  Pak Presiden mengajak kita membandingkan angka tersebut dengan jumlah Tenaga Kerja Indonesia di Tiongkok  yang berjumlah 80.000 dan di Hongkong ada 188.000 orang. Isu harga bahan pokok juga digoreng, inflasi disebut mencapai 9% padahal hanya 2,88%. “Saya kan setiap hari memantau harga komoditas seperti cabai, beras, telor, dan lainnya. Saya kan juga berugas menjaga keseimbangan sehingga petani, peternak dan pembeli sama-sama senang,” jelas beliau.

Presiden kemudian membuka Kongres XX Wanita Katolik RI didampingi  oleh Ketua Presidium Wanita Katolik RI Ibu Justina Rostiawati, Menteri Agama Bapak Lukman Hakim, Ketua KWI Mgr. Ig. Suharyo, Menteri Pemberdayaan Perempuan Ibu Yohana Yembise.  YW –DivKom